EPISTEMOLOGI YANG SEJALAN DENGAN NILAI ISLAM

 EPISTEMOLOGI YANG SEJALAN DENGAN NILAI ISLAM

Oleh

Mike Amalia Savitri (1262122211017)

    Dalam dunia ilmu pengetahuan istilah yang digunakan adalah epistemologi. Hakikat dari epistemologi adalah setiap pengetahuan atau pengalaman yang didapatkan sebelum manusia mengenal hal tersebut ataupun sesudah dikenal secara sengaja oleh manusia, manusia memiliki banyak keterbatasan dalam mencari ilmu pengetahuan. Manusia yang mencoba berfikir objektif apa yang pernah terjadi baik itu asal ususl pengetahuan, bagaimana proses pengetahuan itu ada. Siapa sebenarnya penciptanya, dalam dunia epistemologi mereka mengenal segala faham tentang keingintahuan sesuatu yang memang ada sebelumnya. 

    Filsafat ilmu merupakan cabang filsafat yang merefleksi, radikal dan integral mengenai hakikat ilmu pengetahuan. Dalam mata kuliah Filsafat umum selama semester satu. Ada banyak hal yang saya dapatkan dari mata kuliah ini. Pada filsafat ilmu pengetahuan terdapat banyak aliran. Adapun aliran tersebut yang pertama adalah aliran yang berkaitan dengan sumber pengetahuan seperti aliran Rasionalisme, Empirisme, Realisme, dan Kritisisme. Kemudian ada aliran yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dengan menitikberatkan pada hakikat pengetahuan seperti aliran Idealisme, Empirisme, Positivisme, dan Pragmatisme. 

    Islam merupakan agama yang menyandarkan seluruh hukum dan pedoman hidup manusia kepada Al-qur'an dan hadits. Dalam memperoleh ilmu pengetahuan, umat muslim berpegang teguh pada apa yang diajarkan pada Al-qur'an dan Hadits. Lalu, bagaimana umat muslim yang telah belajar filsafat bisa mengimplementasikan berbagai aliran dalam filsafat ilmu. 

    Sebagai umat muslim, kita dapat menggabungkan berbagai aliran filsafat ilmu untuk mencapai pengetahuan dan kebenaran. Sumber pengetahuan tidak hanya melalui akal dan indera saja, Namun juga yang tidak bisa dijangkau oleh keduanya. Dalam ajaran islam, umat muslim percaya bahwa Allah Swt adalah Dzat maha kekal yang mengatur segala aspek dalam kehidupan manusia. Dari definisi ini tentu diketahui bahwa dalam mencari ilmu, hanya kepada-Nya kita bersandar.

    Jika kita terpikirkan tentang hari akhir. Bagaimana orang bisa tahu bahwa suatu saat nanti bumi ini akan hancur dan manusia akan mati dan punah? Ya, memang banyak teori sains yang dapat menjelaskan tentang hal ini. Contohnya teori rumah kaca, dikarenakan manusia yang lalai dalam mengolah sampah dan sumber daya alam yang ada di bumi, bumi pun rusak, lapizan ozon di atmosfer berlubang dan menyebabkan sinar matahari langsung masuk ke bumi tanpa adanya filter. Dan akhirnya es yang ada di kutub mencair karena suhu dibumi semakin panas, sehingga debit air laut meningkat dan menyebabkan daratan di bumi tenggelam. Kemudian, dari toeri ini akal manusia terpikirkan akan hari kehancuran bumi, melihat kerusakan kecil yang sudah terjadi di bumi mulai tersadar bahwa bumi rusak karena ulah manusia sendiri. 

    Tentunya, kita umat muslim tahu, bahwa hari akhir sudah dijelaskan dalam Al-qur'an, Allah berfirman 

ٱلْقَارِعَةُ. مَا ٱلْقَارِعَةُ. وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْقَارِعَةُ. يَوْمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلْفَرَاشِ ٱلْمَبْثُوثِ. وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ ٱلْمَنفُوشِ.


Artinya: "Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran,dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan." (QS. Al-Qoriah, ayah 1-5)

    Dengan firman Allah ini membuktikan bahwa pengetahuan tentang hari akhir, tidak hanya menggunakan akal dan pengalaman saja namun juga keyakinan. Keyakinan disini artinya kita percaya bahwa apa yang telah di firman kan oleh Allah itu semua akan terjadi, jadi pengetahuan manusia tidak hanya bersumber pada akal dan pengalaman tetapi juga yakin atau iman kepada Allah. Bentuk yakin atau iman kepada Allah itu berupa tawakkal dan istiqomah. Umat islam diajarkan bahwa mencari ilmu perlu untuk selalu beribadah agar segala urusan di dunia dimudahkan dan di ridhai oleh Allah

    Tidak hanya iman, epistomologi islam juga meliputi hal yang tidak dapat dicapai oleh akal dan pengalaman lainnya seperti beribadah. Beribadah adalah ketundukan manusia terhadap sang pencipta, dalam islam banyak cara beribadah. Ibadah yang wajib dilakukan adalah sholat fardhu 5 waktu. Kaitannya dengan epistomolog islam, cara mendapatkan suatu pengetahuan tidak hanya melingkupi akal dan indera manusia di dunia saja. Namun, agar pengetahuan tersebut tetap membawa berkah hingga akhir hayat nanti. 

    Penjelasan diatas merupakan refleksi saya dari mata kuliah filsafat umum. Sebagai umat muslim, tidak lengkap rasanya jika tidak melibatkan Allah SWT dalam kehidupan kita sehari-hari. Akal dan pengalaman yang kita dapatkan tentunya membantu kita dalam ber epistemologi. Namun, Yakin atau beriman dengan Allah juga tidak kalah penting, agar ilmu yang kita bermanfaat di dunia maupun akhirat, karena hidup kita tidak hanya berhenti di dunia, tetapi hingga di akhirat nanti.

    Apabila ada kesalahan dalam penulisan ini, saya memohon maaf sebesar-besarnya. Jika ada saran, kritik, dan masukkan. Silahkan tulis dikolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca blog saya:)

Komentar